KOHESI GRAMATIKAL CERPEN PANGGUNG SYSIPUS KARYA EPENDI (KAJIAN WACANA)

  • Siti Hajar
Keywords: Kohesi, Gramatikal, Cerpen, Panggung Sysipus

Abstract

Wacana merupakan rangkaian tindak tutur manusia untuk mengungkapkan satu hal yang disajikan dalam satu kesatuan yang utuh, teratur, dan sistematis. Wacana yang baik dapat dilihat dari keharmonisan gagasan Keharmonisan suatu tulisan dipengaruhi dua aspek penting. Aspek yang harus diperhatikan dalam wacana yaitu kohesi dan koherensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis cerpen dalam Surat Kabar Harian Kompas untuk mengetahui penggunaan kohesi gramatikal pada cerpen dalam Surat Kabar Harian Kompas. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan Sampling purposive yakni teknik penentuan sampel  dengan pertimbangan tertentu. Sampel ini cocok dilakukan dalam penelitian kualitatif karena memiliki pertimbangan-pertimbangan khusus dalam menentukan sampel. Setelah penulis menganalisis unsur kohesi gramatikal cerpen pada Surat Kabar Harian Kompas, akhirnya penulis dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat empat bentuk kohesi gramatikal yang terdapat dalam cerpen yakni, kohesi referensialyang muncul sebanyak 196 kali (59.00%), kohesi konjungsi sebanyak 102 kali (31.00%), kohesi substitusi sebanyak 20 kali (6.00%), dan kohesi elipsis sebanyak 14 kali (4.00%). Bentuk kohesi gramatikal yang mendominasi dalam cerpen Panggung Sisyphus karya Ependi adalah kohesi referensial yang digunakan sebanyak 196 kali, dengan perhitungan persentase berjumlah 59.00% yang terbagi atas penggunaan kohesi referensial anafora sebanyak 77 kali (73%) dak kohesi referensial katafora sebanyak 28 kali (27%).

 

Published
2019-01-01
How to Cite
Hajar, S. (2019). KOHESI GRAMATIKAL CERPEN PANGGUNG SYSIPUS KARYA EPENDI (KAJIAN WACANA). JURNAL LINGKO : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA , 1(1), 45-54. Retrieved from https://e-journal.unmuhkupang.ac.id/index.php/lingko/article/view/86